Produk Indonesia

Jumat, 04 Januari 2013

Jejak Sejarah Korea Terekam di Sejong Cultural Center


Jejak Sejarah Korea Terekam di Sejong Cultural Center



KOREA - Jangan pernah lupakan sejarah, begitu Presiden pertama Ir. Soekarno pernah katakan. Kesempatan berada di Kota Seoul, kami menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah obyek wisata sejarah yang ada di sini.

Setelah menumpang kereta dan keluar dari stasiun subway Sejong Cultural Center, kami akan melihat pemandangan yang mengesankan karena ada sebuah patung berdiri, yaitu patung Raja Sejong dan Panglima. Dalam prasastinya, disebutkan Raja Sejong atau disebut dengan Raja Sejong Yang Agung atau Sejong Dae Wang (7 Mei 1397-18 Mei 1450) atau pernah berkuasa sejak 1418  hingga 1450.

Raja Sejong adalah seorang raja yang ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea. Bagi rakyat Korea, Raja Sejong adalah raja yang berjasa karena menciptakan abjad Korea yang dikenal dengan Hangeul yang menggantikan penggunaan cara penulisan dengan Hanja.

Di dekat patung Raja Sejong, juga terdapat patung Panglima Yi Sun-sin (lahir 28 April 1545, meninggal 16 Desember 1598 pada umur 53 tahun) adalah seorang tokoh militer dan pahlawan nasional Korea. Dia adalah tokoh yang berjasa dalam menumpas serbuan pasukan Jepang yang menginvasi dalam Perang Tujuh Tahun pada masa Dinasti Joseon.

Dalam tujuh tahun masa perang itu, Yi Sun-sin memenangkan sebanyak 23 kali pertempuran di laut tanpa kalah. Dia diberi gelar Chung Mu Gong atau Pahlawan Kesetiaan dan Pengabdian.

Salah satu kontribusinya yang terbesar dalam bidang militer Korea adalah penggunaan kapal perang berlapis besi pertama di dunia yang berbentuk kura-kura, dinamakan Gobukseon. Sampai sekarang, Yi dianggap sebagai seorang pahlawan bangsa Korea yang terbesar dikarenakan kesetiaan, taktik, dan kegigihannya dalam berperang.

Untuk mengetahui seputar sejarah Raja Sejong, ada sebuah museum yang disediakan Pemerintah Korea, yaitu Sejong Cultural Center. Pemerintah Korea sangat memperhatikan sejarah yang diperuntukkan bagi generasi bangsa Korea dan para turis yang ingin mengetahui sejarah bangsa Korea. Di dalam Sejong Cultural Center terdapat diorama-diorama atau peninggalan benda bersejarah bangsa Korea. Setiap hari, anak-anak sekolah Korea Selatan selalu berkunjung di museum tersebut.

Tidak jauh dari Sejong Cultural Center, terdapat sebuah istana yang pernah menjadi tempat tinggal raja Korea, Istana Gyeongbokgung. Nah, untuk masuk istana ini, pengelola istana menjadikan penjaga-penjaganya dengan berpakaian ala kerajaan-kerajaan Korea pada masa lalu. Sepertinya, hal itu sebagai salah satu hiburan bagi para pengunjung yang datang Istana Gyeongbokgung ini.

Meski bertampang angker dan seram serta bermuka dingin, tapi hal itu tidak menyurutkan wisatawan untuk berfoto bersama penjaga itu. Untuk masuk ke Istana Gyeongbokgung, wisatawan dikenakan biaya 4.000 Won per orangnya.

Selepas menikmati kemegahan Istana Gyeongbokgung, sekira 2,5 kilometer terdapat istana Changdeokgung. Jika Istana Gyeongbokgung digunakan raja sebagai jalannya pemerintahan sehari-hari, Istana Changdeokgung digunakan sebagai tempat peristirahatan raja dengan pemaisuri dan anak-anaknya.

Untuk saat ini, Istana Changdeokgung digunakan sebagai tempat syuting serial Rooftop Princeyang dibintangi Park Yoochun dan serial Secret Garden. Tak terasa, hari sudah sore, kami pun harus kembali pulang ke hotel tempat kami menginap.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar